Jurnal

Rabu, 02 Maret 2022

Surprise Hadiah Pizza

Senyum bahagia setelah tahu bahwa ini hadiah untuknya


Pulang kerja, Narges menyambutku dengan senyuman lebar di mulutnya, di tangannya ada 3 kotak Pizza.

Sesaat kemudian ekpresi wajahnya berubah bingung.

"Bun tadi ada Go Food ngirim Pizza, katanya buat aku, tapi aku gak tahu ini dari siapa" katanya bingung

"Wah....asyik, selamat teteh dapat kiriman hadiah" sambutku

"Ini apa bun?" tanyanya lagi penasaran.

"Itu kiriman dari Pak Iqbal, ketua Yayasan. kirim hadiah buat murid yang membuat video ucapan selamat Ulang Tahun SCM, dan  karya terpilih. Wah berarti teteh menang dong"

Lalu wajah bingungnya kembali berubah. Kini wajahnya lebih ceria dan  senyumnya semakin lebar.

"Horeee, ayo makan Pizza!" serunya girang.

"Kenapa gak dimakan pas tadi datang, kan lebih enak kalau hangat" tanyaku.

"Ya...tadi kan belum jelas buat siapa dan dari mana, takut salah makan" jelasnya...

Aku tersenyum dan memeluknya dengan bangga

Aku tahu pasti dia ingin sekali memakannya sejak Pizza itu datang, aroma dan kehangatan Pizza pasti sangat menggodanya, apalagi ini adalah makanan kesukaannya. Tapi dia ingat pesanku untuk tidak makan sembarangan apalagi sesuatu yang belum jelas. takut salah kirim, atau buka hak kita.

Selamat anakku, semoga apresiasi ini membuatku termotivasi untuk terus berkarya dan mengasah keatifitasmu.

Terimakasih Yayasan Muthahhari dan Sekolah Cerdas Muthahhari yang selalu mengaresiasi setiap karya murid-murid sekolah.

15 Tahun Sekolah Cerdas Muthahhari

11 Februari 2022


Bandung, 03-03-2022




Jumat, 25 Februari 2022

Duta Baca Sekolah

Narges memasuki gerbang sekolah, sepi, belum ada murid yang datang. Jam sekolah yang ada di dinding kelas menunjukkan waktu pukul 07.00. hmmm sepertinya Narges murid pertama yang datang. ia berjalan pelan menyusuri lobi sekolah, tampak rak buku dan dua buah kursi tempat murid-murid  membaca buku atau sekedar duduk santai di jam istirahat. Tiba-tiba Narges melihat sesuatu yang baru. Ya ada pengumuman Duta Baca sekolah. "Lho kok kayak foto aku" bisiknya dalam hati. didekatinya papan pengumuman itu, dan jelas ada namanya disana. "wah aku, jadi duta baca?"pekiknya.

Menjadi Duta baca di Sekolah,  tak pernah terpkirkan oleh Narges sebelumnya. Bagi Narges, awalnya  membaca adalah mengisi waktu luang. kemudian menjadi hobi. Yang tak pernah terlewatkan olehnya adalah membaca sebelum tidur. beberapa kali saya temukan buku berserakan di tempat tidurnya saat membangunkan tidur di pagi hari. 

Narges memang senang membaca, terutama saat mendapat hadiah buku baru. saking sukanya pada buku, Narges rela mengeruk tabungannya untuk membeli buku pop up yang harganya mahal. Setiap ada tantangan yang berhadiah buku ia juga semangat mengikuti tantangannya. 

saya ingat awal mula ia rajin membuat komik. 

Sejak naskah komiknya diterbitkan Mizan saat usia 6 tahun. saya jadi tahu ternyata ia punya bakat menulis cerita. kemudian saya semangati narges dan kakaknya untuk terus menulis dengan hadiah satu buku untuk setu naskah dan bebas memilih.

Jadi mulailah mereka membuat komik, wah ternyata iming-iming hadiah buku ini sangat menyemangati mereka. sampai-sampai saya kaget saat mereka membuat naskah komik berlembar-lembar, waduh berapa banyak buku yang harus saya beli?

Tapi saya harus konsisten dengan janji saya. Kalau saya bohong tentu mereka kecewa. dan berhenti menulis cerita. untung suami ikut mendukung. dia bilang uang bisa dicari tapi ide dan kreatifitas lebih berharga. 

Di toko buku, narges dan kakaknya asyik memilih-milih buku. 3-4 buku perorang.

Sesampainya di rumah, mereka langsung ambil posisi enak untuk membaca. Tak mau ganti banju, ia langsung duduk di sofa depan TV. katanya gak sabar mau baca bukunya. saya perhatikan ia terus membaca dengan berbagai fose unik. kadang kaki ke atas, kadang tiduran, kadang nungging, dll.  Tak butuh berapa jam, buku-buku itu habis dilahapnya. 3 buah buku habis dibaca dalam sekali duduk. 

Beberapa hari kemudian Narges nagih buku baru lagi. 


Hari ini, 25 Februari 2022 foto dan Nama Narges terpampang di mading sekolah. tercatat sebagai Duta baca. selamat ya nak, semoga ini memotivasi kamu untuk semakin rajin membaca dan terus membaca.



Sabtu, 02 Oktober 2021

Batik Karya Seni yang menginsirasi

Batik Warisan Karya Seni Yang Menginspirasi



Orang Indonesia, siapa yang tak punya batik. Kemajuan mode dan tekhnologi membuat batik hadir dalam berbagai bentuk. 

Batik tampil cantik dalam berbagai model fashion. Batik tampak indah menghias dinding-dinding perkantoran. Batik juga membuat setiap desain karya seni tampak sempurna bernuansa Indonesia.

 *Berikut 5 Fakta menarik tentang batik* 

1️⃣Batik adalah warisan karya seni yang bernilai tinggi.

2️⃣Batik merupakan perpaduan antara seni dan tekhnologi oleh leluhur bangsa Indonesia.

3️⃣Corak dan motifnya tak pernah sama dan  memiliki filosofi dan makna yang mendalam.

4️⃣Setiap daerah di Indonesia memiliki motif dan corak khas yang menunjukkan sejarah dan kebanggaan bangsa.

5️⃣Batik diresmikan sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009.

Kini setiap tanggal 2 Oktober kita merayakannya sebagai Hari Batik Nasional.

Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan surat edaran nomor 003.2/10132/SJ tentang pemakaian batik. Dianjurkan agar menggunakan batik pada   setiap hari batik nasional.

Kemajuan industri fashion tanah air membuat batik semakin tampil mempesona. Batik tak hanya digunakan dalam kegiatan resmi. Balutan busana pestapun tampak mewah dengan modifikasi batik. 

Semua orang bisa memakai batik mulai balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia. Laki-laki dan perempuan. Tersedia ragam corak dan model pakaian batik dengan beragam gaya dan ukuran.

Batik tak hanya sekedar warisan dan keindahan karya seni. Batik merupakan identitas. Batik merupakan kebanggaan bangsa. Setiap menggunakan batik ada rasa bangga dan cinta pada negeri.

Sebagai penjahit saya selalu merasa tertantang saat harus membuat model batik modifikasi. Keindahan coraknya seringkali melahirkan inspirasi pada model baju. 

Tak heran jika para designer Indonesia banyak melahirkan karya luar biasa dengan berbagai corak dan  motif batik. 

Para wakil bangsa yang mengikuti ajang ratu kecantikan selalu berhasil memukau penonton dari berbagai negara saat menggunakan pakaian dengan sentuhan batik Indonesia.

Selamat Hari Batik Nasional 

2 Oktober 2021



Jumlah kata 265

Minggu, 01 Agustus 2021

Corona, Antara Teror dan Cinta

Corona, Antara Teror dan Cinta

Virus Corona tak ayal menjadi teror bagi kita semua. Teror itu adalah Rasa takut. Takut akan keterasingan, cemoohan, kesendirian,  kehilangan, kesulitan ekonomi, dan  rasa takut terbesar adalah kematian. 

Simpang siurnya berita tentang covid pun menjadi teror tersendiri pagi para pembaca berita.

Saya sendiri takut jika sampai terkena covid. Sebuah gurauan berkata "Covid tuh udah kayak arisan. Siapa pun bisa jadi kena, tinggal nunggu waktu". Dan saat itu saya sadar itu bisa jadi benar. Saya berdoa pada Tuhan jika saya terpapar, semoga saya kuat dan sehat.

Senin 5 Juli 2021 saya deman, menggigil dan pusing. "Ya Allah jangan-jangan...oh tidak" batin saya. Rasa takut ini membuat saya gelisah, saya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Teror ketakutan mulai menguasai pikiran saya.

Mencoba menghibur diri, "Ah mungkin ini hanya flu berat" sambil terus waspada, saya mulai mengisolasi diri dari suami dan anak-anak.

Sebuah Janji mengajak camping para murid menguatkan saya. "Saya harus sembuh demi anak-anak itu". Kecintaan pada para murid menguatkan saya untuk cepat sembuh agar bisa mengadakan camping virtual bersama mereka.

Rasa bahagia itu, membuat saya tidak sadar bahwa badan belum fit benar. Hingga sore setelah acara camping selesai, saya pun kehilangan penciuman.

Rasa takut kembali meneror saya. Belum reda rasa takut itu, keluarga dari Ciamis memberi kabar, bahwa bibi telah berpulang. Dalam video call keluarga. Saya tidak bisa menyembunyikan ekpresi saya. Saya pucat, lemas dan tak henti menangis. Saya merasakan teror lagi. Rasa Kehilangan bibi dan juga kehilangan penciuman. Sedihnya rasanya menjadi-jadi.

Akhirnya kami sekeluarga menjalani tes swab. Hasilnya 3 positif 1 negatif. Melihat bahwa bukan saya sendiri yang pesitif entah kenapa ada rasa lega dihati. Teror keterasingan telah memudar. Karena kami sekeluarga positif berarti kami akan berkumpul kembali. Bagaimana dengan si bungsu yang negatif. Dokter masih mengizinkan kami tinggal bersama asal ketat menggunakan masker. Bisa bersama keluarga tercinta menjalani masa sulit ternyata menjadi kekuatan tersendiri.

Berikutnya berbagai ungkap cinta selalu membersamai proses isoman kami. 

Setiap hari doa dan kiriman terus datang menguatkan kami. Semua kebutuhan mulai obat, vitamin, makanan, camilan, buah-buah, susu dan jamu, semuanya terpenuhi. Cinta para sahabat dan rekan sangat membantu proses kesembuhan kami. Kami tak henti bersyukur. Saat makanan berlebih tak lupa kami berbagi juga dengan sesama penyintas yang sedang isoman.

Kami merasa sehat, hanya bergejala ringan.  Sepertinya masih kuat untuk bepergian atau keluar rumah. Tapi kami tak boleh egois. Saat inilah diam adalah emas. Diam bagi yang terpapar adalah langkah tepat mengurangi penularan. 

Cinta perlahan menghilangkan teror demi teror yang lahir dari virus covid-19.

Kebersamaan keluarga adalah Cinta. Kehangatannya menepiskan teror  kesepian.

Dukungan dan support para sahabat adalah bukti cinta yang menguatkan hati, Meruntuhkan teror ketakutan, keterasingan dan kesulitan pangan. 

Ah.. banyak sekali hikmah yang kami dapatkan dari covid ini. Saya pernah menuliskannya di  @iiswardhana.

Kepada anak-anakku aku berpesan "Nak, ingatlah Tuhan terus mengirim para malaikat tak bersayap untuk membantu kita dimasa sulit ini. Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Teruslah berbuat baik. Maka Tuhan dan orang2 disekitar, akan baik pada kita.

Jangan lupa bersyukur agar hati tenang dan bahagia"

1 Agustus 2021

Jumlah kata : 456

Jumat, 16 Juli 2021

Awal Fase Remajanya

Minggu, 5 Juli 2020

Hanum sedang asyik mengedit novel pertamanya.
Narges menari-nari di lantai kayu. Sedangkan papap asyik menonton TV.
Perhatianku tertuju pada dada Narges yang memakai Jersey bola. saat aku lihat dengan seksama, tubuhnya makin lama makin berisi, beberapa bagian tubuhnya mulai membentuk begitu juga dadanya.

Buah dada itu sudah mulai terlihat. 
Segera kuraih ponsel, membuka aplikasi belaja online..kutuliskan kata kunci dalam pencarian "miniset".

Sejenak aku tertegun. Si adik sudah jadi, si kakak belum. Bagaimana perasaan si kakak kalau adiknya pakai duluan.

12 buah, akhirnya itu angka yang kupakai. Aku putuskan agar kedua putriku menggunakan miniset berbarengan. Demi kebaikan psikis keduanya.Aku gak mau yang satu minder dan yang lain merasa lebih. 

Jadilah miniset itu dipakai oleh kedua putriku diusia 9 dan 11, kelas 4 dan 6 SD.

Soal menstruasi siapa yang yang duluan....hmmmm.kita tunggu aja.

Kamis, 02 Juli 2020

Narges dan kelas Cerpen

Aku membaca kelas ada kelas cerpen. Mau daftarkan Hanum, tapi Hanum sudah daftar di kelas menulis Novel.   Akhirnya aku coba tawarkan pada Narges. 

Awalnya aku ragu menawarkan Narges kelas Cerpen, aku pikir Narges gak suka menulis kayak tetehnya.

Tapi ternyata Narges mau. Kelas menulis cerpen anakpun di mulai. Kak Uyun memulai dengan perkenalan.

Latihan pertama Narges masih malas menulis, dia memperkenalkan dirinya dengan voice note pada keyboard yang akan mengetik secara otomatis.

Hari kedua admin kelas memberi tugas latihan lagi. Narges mulai menikmati kelasnya.

Dia mulai mau koment dan memanggil bu Uyun "Kak Uyun" sambil ketawa, mungkin agak canggung karena biasa memanggil bu. Nomor kontak bu uyun, dia rubah dengan nama Kak Uyun.

Latihan hari ketiga, dia mulai punya inisiatif, aku mau tulisanku dikirim dalam bentuk pdf seperti salah seorang temannya di kelas itu. Maka kuperkenalkan word di hp. Tapi aku bilang, kalau di word gak bisa voice, harus ketik sendiri. " Iya enggak apa-apa" jawabnya. 

Saat melihat word di hp dia tertarik melihat template word yang bergambar. Diapun memilih salah satu yang dia suka dan mulai menulis lalu dikirim ke group dalam bentuk pdf.

Latihan berikutnya Nargea mulai bilang. "Bunda ternyata aku suka mengetik, gak perlu voice lagi" katanya " oh gitu teh, bunda mau dong baca". Awalnya dia gak mau aku baca, tapi akhirnya dia ijinkan asal baca pelas. Hanya aku yang boleh baca, papap dan tetehnya gak boleh baca. Saat membacanya aku tertegun, tak mengira narges bisa mendeskripsikan sesuatu dengan cukup detail. Susunan kalimatnya juga cukup sistematis. Aku tersenyum membacanya. 

Narges mulai menikmati kelasnya, dia bilang ini kelas aku, bunda gak boleh nulis atau baca2 group itu ya. Saat materi bu Anna dimulai pun,dia mau menyimak dengan seksama, karena materi bu Anna lewat voice note tampaknya dia pegal memegang hp terus. Aku lihat dia tampak sibuk cati solatif, ooh ternyata dia tempel solatif pafa punggung hp agar bisa menempel hp di dinding. Narges memang kreatif.  

Tadi malam materi hari kedua. Aku sangat lelah dan tidur lebih awal. Sebelum tidur aku pesan. "Teh lima menit lagi kelas bu Anna, jangan lupa ikuti materinya ya" pesanku sebelum masuk kamar. "Iya bun" jawabnya sambil asyik main sama tetehnya.

Saat aku sedang tidur Narges menghampiriku "Bun ide cerita aku sudah dibaca bu Anna, yang petualangan waterboom, aku gak bisa ganti tentang kereta dong" samar2 aku dengar Narges bicara membangunkanku.

Alhamdulillah Narges sudah mau belajar sendiri. Berarti dia mulai bertanggungjawab dan merasa perlu untuk belajar. 





Secangkir kehangatan

Hari ini saya pulang agak sore, tugas dinas luar dari sekolah baru usai jam 16.00. Kondisi cuaca sedang hujan, tapi aku harus pulang menembus derasnya air hujan yanv tampaknya tak akan reda dalam waktu cepat.

Sejak pukul 15.00 perasaanku sudah tidak tenang,membayangkan kedua putriku hang tinggal di rumah, mereka suka sedih kalau aku pulang terlambat.

Jadi walau sedang turun hujan, kupaksana untuk pulang menembus derasnya air yang mengguyur kota Bandung dan sekitarnya.

Sebelum sampai rumah aku mampir ke toko alat tulis. Kedua putriku meminta dibeliin spidol dan drawing pen.

Aku merasa harus membeli barang yamg mereka pesan karena aku tau seperlu apa mereka pada kedua benda itu. Dan lagi aku ingin membawanya sebagai oleh2 dan permohonan maaf atas keterlambatanku pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, putriku menyambutku dengan senyuman, lalu dia pergi ke dapur dan tampak sibuk menyiapkan sesuatu.

"Bunda jangan ke dapur ya, tunggu dulu di kamar!" Katanya setengah teriak dari dapur.
"Oke, di kamar mandi boleh gak" tanyaku.
" Iya boleh" jawabnya singkat.

Setelah beberapa saat dia datang menghampiriku. "Bunda tutup mata".
Aku keluar kamar mandi, Narges sudah berdiri di depan pintu. Dia membimbing tanganku dan memintaku untuk menutup mata.

"Tara!" Pekiknya riang
"Wah!", Ada secangkir energen hangat dan semangkuk baso hangat, di tambah senyuman hangat dan manis...
"Oooh I Love U" aku memeluknya, menciuminya, sebagai ungkap kebahagiaan ,syukur, dan terimaksih.

Kebaikannya segera aku balas.
Bunda juga punya hadiah buat teteh,
"Oh ya?" Dia penasaran
"Tutup mata dong!"
" Ulurkan tangannya!"
Lalu ku letakkan spidol di tangan kanannya dan drawing pen di tangan kirinya".

"Wah, terimakasih bunda"
Dia memeluk dan menciumku dengan senyuman mengembang indah di bibirnya.

Ah,bahagia sekali rasanya.
Beginilah cara kami saling membahagiakan.

Terimakasih ya Allah
Maka  "nikmat  yangmana lagi kau dustakan "


Back to Top